Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Mengatasi Campak pada Si Kecil

Written By ghghghgh on 29/12/14 | 04.33

Info Kesehatan | Mengatasi Campak pada Si Kecil - Mengisolasi anak yang terserang campak atau gabagen (Bahasa Jawa) merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya penularan.

Measles atau yang biasa disebut campak atau gabagen dalam bahasa Jawa merupakan infeksi yang menular oleh virus campak. Penularan campak ini bisa melalui droplet (percikan air liur saat bicara, batuk dan bersin). Kemudian virus campak ini masuk ke tubuh melalui saluran nafas.


Kenali Gejalanya

Kenalilah terlebih dahulu penyakit campak pada anak agar bisa dilakukan penanganan lebih lanjut lagi.

Gejala klinis campak biasanya berupa:
1. Suhu tubuh tinggi hingga 40 derajat celcius.
2. Munculnya ruam-ruam merah lebih besar dari gigitan nyamuk dan saling bertautan.
3. Lama-lama ruam merah makin menyebar ke seluruh tubuh.
4. Disertai iritasi mata (belekan).
5. Ruam merah berganti menjadi merah, kemudian menjadi bersisik.

Pada saat ruam sudah menjadi berwarna hitam, sebenarnya proses penyembuhannya sudah dimulai, karena campak merupakan salah satu penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun kalau tidak mendapatkan perawatan yang tepat, maka proses penyembuhannya dapat lebih lama.

Beda Campak dengan Penyakit lain

Perbedaan campak dengan penyakit lain adalah panas pada saat muncul ruam pertama sangatlah tinggi. Dapat terjadi komplikasi seperti diare karena organ dalam pada saluran usus besar juga mengalami ruam.

Juga dapat terjadi radang infeksi paru-paru, juga ada otitis media (peradangan pada daerah telinga, kadang sampai kendang telinga rusak dan keluar cairan) hingga radang otak.

Usia yang rentan terserang penyakit campak adalah usia 6 tahun ke atas. Dan yang paling rentan adalah usia batita yaitu usia 203 tahun. Pada usia ini seharusnya ada vaksinasi ulang, namun masih sedikit yang sadar akan hal ini. Sedangkan untuk anak usia 0-6 bulan relatif aman dari serangan campak karena pada usia ini anak masih mendapatkan kekebalan campak dari ibunya.


Pertolongan Pertama Campak

Pertolongan pertama yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah dengan menurunkan panas. Pada saat suhu tubuh mencapai lebih 38,5 derajat celcius, maka hindarilah mengompres anak dengan air dingin. Sebaiknya gunakan saja air biasa. Kompreslah di daerah pembuluh darah besar seperti di leher, ketiak, dan di paha.

Karena campak adalah penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya, maka orang tua harus mampu menjaga nutrisi anak agar seimbang. Anak harus dijaga agar tidak terjadi dehidrasi, kemudian isolasikan anak di kamar untuk meminimalisir penularan campak.

Terakhir, jaga anak agar bisa beristirahat dengan cukup. Berikan vitamin A untuk menjaga staminanya. Jika kondisi agak parah, seperti kesadaran menurun, sesk nafas, dehidrasi, atau anak enggan makan, maka harus dibawa ke dokter.

Kiat Pencegahan Campak

Pencegahan serangan campak dapat dilakukan dengan pemberian vaksin sesuai dengan jadwalnya. Ada tiga tahap pemberian vaksin campak yang harus dilakukan.
1. Saat anak usia 9 bulan.
2. Pada usia 2-3 tahun.
3. Pada usia 5-6 tahun.

Hal ini harus dilakukan karena campak adalah jenis penyakit yang dapat dicegah melalui vaksin.
Cara lain untuk mencegah serangan campah adalah dengan cara menghindari kontak langsung dengan penderita. Lalu memberikan nutrisi yang bergizi dan seimbang. Meningkatkan hygiene diri sendiri dan lingkungan.
Semoga Bermanfaat - Mengatasi Campak pada Si Kecil
Baca Juga Tentang : Penyebab dan Penanganan Lima Penyakit Kulit pada Bayi
04.33 | 0 komentar

Penyebab dan Penanganan Lima Penyakit Kulit pada Bayi

Written By ghghghgh on 27/12/14 | 04.29

Info Kesehatan | Penyebab dan Penanganan Lima Penyakit Kulit pada Bayi - Kulit merupakan organ bertindak sebagai benteng pertahanan terhadap beragam elemen yang mengancam tubuh mulai dari sinar matahari hinga bakteri.

Penyakit kulit bisa menyerang siapa saja, baik laki-laki, perempuan, orang dewasa, kanak-kanak bahkan bayi. Karena anatomi kulit yang sangat berbeda dengan orang dewasa, bayi merupakan kelompok usia yang sangat rentan terhadap gangguan kulit. Pada tahun pertama, seorang bayi akan sangat rentan terhadap gangguan karena lapisan kulit mereka belum sempurna. Pasalnya dibutuhkan waktu hingga satu tahun bagi epidermis kulit untuk berkembang dengan cepat dan berfungsi secara efektif.

Pada bayi, struktur kulitnya lebih tipis, ikatan antar selnya lebih lemah dan lebih halus. Kulit bayi juga memiliki pigmen yang lebih sedikit, dan tidak mampu mengatur temperatur seperti halnya anak-anak dengan usia lebih tua atau orang dewasa. Munculnya kemerahan dan peradangan pada kulit merupakan salah satu gejala dari reaksi alergi pada tubuh bayi.


Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit kulit yang umum dijumpai pada bayi.


Penyebab dan Penanganan Lima Penyakit Kulit pada Bayi:


1. Biang keringat.

Biang keringat atau lebih dikenal dengan sebutan miliaria, biasanya terjadi pada leher, wajah, punggung, atau bokong bayi. Secara klinis miliari terlihat dengan adanya kulit kemerahan disertai rasa gatal sehingga bayi rewel, dengan gelembung-gelembung kecil berair.

Penyebab :
Udara panas, cuaca lembab, pakaian yang ketat dan aktivitas bayi yang tinggi dapat memicu ruam biang keringat.

Yang harus dilakukan :
Sedapat mungkin hindari bayi Anda dari suhu yang terlalu panas dan berikan pakaian yang longgar. Dengan begitu, ruam akan terlihat lebih baik dalam waktu sekitar 30 menit.

2. Intertrigo.

Intertrigo mengacu pada suatu peradangan pada lipatan tubuh. Hal ini biasanya terletak di paha bagian dalam, ketiak, dan bagian bawah payudara atau perut. Lipatan tersebut membuat kulit tampak merah, gatal dan menyebabkan rasa sakit bila terjadi gesekan. Umumnya terjadi pada bayi yang gemuk.

Penyebab :
Bisa terjadi karena lembab berlebihan pada lipatan bayi, yang tidak pernah mendapatkan udara.

Yang harus dilakukan :
Cuci bagian dalam lipatan kulit bayi Anda dengan air dan oleskan krim penghalang zinc-oxide atau petroleum jelly untuk melindungi kulit bayi.

3. Seborrhea Seborrhea.

Adalah suatu peradangan pada kulit bagian atas, yang menyebabkan timbulnya sisik pada kulit kepala, wajah, kadang pada bagian tubuh lainnya seperti belakang telinga, leher, pipi, dan dada. Penyakit ini yang paling sering terjadi pada bayi di bawah usia 6 bulan. Pada kulit kepala, seborrhea tampak seperti ketombe, sisik kuning atau berkerak.

Penyebab :
belum diketahui.

Yang harus dilakukan :

Lakukan pengobatan tradisional dengan menggosokan minyak zaitun atau baby oil pada kulit kepala bayi Anda, kemudian sikat dengan lembut.

4. Eksim.

Eksim dapat muncul di manapun pada tubuh bayi mulai dari usia 3 sampai 4 bulan, meskipun sangat jarang ditemukan di daerah bekas pemakaian popok. Eksim atau sering disebut eksema, atau dermatitis adalah peradangan hebat yang menyebabkan pembentukan lepuh atau gelembung kecil (vesikel) pada kulit hingga akhirnya pecah dan mengeluarkan cairan. Kondisi yang lebih parah, penyakit ini juga dapat menyebabkan kulit berubah menjadi merah, mengeluarkan nanah, dan kerak.

Penyebab :

Apa pun bisa menjadi pemicu bayi rentan terhadap eksim (dengan predisposisi genetik atau riwayat alergi dalam keluarga). Setiap bayi mempunyai pencetus eksim yang berbeda-beda. Ada orang yang setelah memegang sabun atau deterjen akan merasakan gatal yang luar biasa, ada pula yang disebabkan oleh bahan atau alat rumah tangga yang lain.

Yang harus dilakukan :
Tujuan utama dari pengobatan adalah menghilangkan rasa gatal untuk mencegah terjadinya infeksi. Ketika kulit terasa sangat kering dan gatal, lotion dan krim pelembab sangat dianjurkan untuk membuat kulit menjadi lebih lembab. Untuk kasus yang lebih parah, konsultasikan dengan dokter Anda soal penggunaan salep steroid, untuk mengurangi peradangan.

5. Dermatitis kontak.

Dermatitis kontak adalah inflamasi pada kulit yang terjadi karena kulit telah terpapar oleh bahan yang mengiritasi atau menyebabkan reaksi alergi. Dermatitis kontak akan menyebabkan ruam yang besar, gatal dan rasa terbakar.

Penyebab :
Jika ruam terjadi di seluruh tubuh bayi Anda, maka sabun atau deterjen mungkin menjadi salah satu penyebabnya. Jika dada dan lengan yang terkena, pelakunya bisa dari baju yang kotor.

Yang harus dilakukan :
Pada kasus ringan dan sedang, penghindaran bahan iritan (penyebab iritasi) dan penggunaan krim yang mengandung hidrokortison (kortikosteroid) dapat membantu mengurangi gatal dan kemerahan di kulit.

Pada kasus yang berat, obat yang diminum jenis kortikosteroid dan antiradang diperlukan untuk mengurangi peradangan dan gatal. Sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum menggunakan krim hidrokortison atau antihistamin.

Semoga Bermanfaat - Penyebab dan Penanganan Lima Penyakit Kulit pada Bayi
Baca Juga Tentang : 10 Buah dengan Kandungan Kalium Tinggi

sumber: kompas.com
04.29 | 0 komentar

10 Buah dengan Kandungan Kalium Tinggi

Info Kesehatan | 10 Buah dengan Kandungan Kalium Tinggi - Dikutip dari Daftar Komposisi Bahan Makanan oleh Direktorat Gizi Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 1996, berikut ini kandungan kalium pada tiap 100 mg buah dari yang tertinggi hingga yang terendah.

Kalium paling tinggi terdapat pada buah  pisang yang mencapai 435 mg dal buah apokat yang mencapai 278 mg. Sedangkan yang terendah dari sepuluh macam buah ini adalah buah anggur yang masih mencapai 111mg per 100 gram buahnya.

Jadi sangat pantaslah bagi mereka yang kekurangan kalium, membutuhkan kalium segera dengan bahan buah alami untuk mengkonsumsi buah pisang karena kandungan kalium pisang yang tertinggi.

10 Buah dengan Kandungan Kalium Tinggi


No Buah Tiap100 gram / mg
1 Pisang 435
2 Apokat 278
3 Duku 232
4 Apel Merah 203
5 Sawo 181
6 Jeruk Manis 137
7 Belimbing Manis 130
8 Apel Hijau 130
9 Nanas 125
10 Anggur 111

Semoga Bermanfaat -  10 Buah dengan Kandungan Kalium Tinggi
Baca Juga Tentang :  Penyebab dan Gejala Rematik
03.55 | 0 komentar

Penyebab dan Gejala Rematik

Written By ghghghgh on 22/12/14 | 04.51

Info Kesehatan | Penyebab dan Gejala Rematik - Rematik adalah penyakit yang menyerang persendian. Selain menyerang persendian, penyakit rematik juga menyerang otot dan urat.

Penyakit rematik juga merupakan peradangan sendi kronis yang disebabkan oleh gangguan autoimun. Hal ini di karenakan terjadinya sistem kekebalan tubuh yang berfungsi sebagi pertahanan terhadap penyusup seperti virus, bakteri, dan jamur. Hal ini dapat menyerang sel dan jaringan tubuh sendiri.

Penyebab Penyakit Rematik


1. Kebiasaan hidup yang tidak teratur

Kebiasaanya yang tidak teratur dapat melukai energi di dalam darah. Hal tersebut disebabkan karena bekerja dalam lingkungan yang lembab, memakai baju basah berkeringat atau basah kehujanan yang menyebabkan masuknya penyebab penyakit dari luar seperti angin, lembab, dan udara dingin ke dalam tubuh, yang akibatnya terjadi penyumbatan energi dalam tubuh.

2. Sudah ada penyakit yang mengendap dalam tubuh

Penyebab-penyebab yang telah disebut di atas apabila mengendap lama di dalam tubuh maka akan menyebabkan encok juga. Karena penyebab-penyebab tersebut lama-kelamaan akan menjadi panas.

Dan panas inilah yang menyumbat energi darah sehingga darah tidak lancar.

Gejala Rematik


1. Kekakuan pada dan seputar sendi yang berlangung sekitar 30-60 menit di pagi hari.
2. Bengkak pada 30 atau lebih sendi pada saat yang bersamaan.
3. Bengkak dan nyeri umumnya terjadi pada sendi-sendi tangan.
4. Bengkak dan nyeri umumnya terjadi dengan pola yang simetris (nyeri pada sendi yang sama di kedua sisi tubuh) dan umumnya menyerang sendi pergelangan tangan.
5. Sakit atau radang dan terkadang bengkak di bagian pergelangan jari, tangan, kaki, bahu lutut, pinggang, punggung dan sekitar leher.
6. Sakit rematik dapat berpindah-pindah tempat dam nergantian bahkan sekaligus di berbagai persendian.
7. Sakit rematik biasanya kambuh pada saat cuaca medung saat mau hujan atau setelah mengonsumsi makanan pantangan seperti: sayur bayam, kangkung, kelapa, santan.

Semoga Bermanfaat - Penyebab dan Gejala Rematik
Baca juga tentang : 5 Obat Yang Berpotensi Menyebabkan Insomnia

sumber: islampos.com
04.51 | 0 komentar

Welcome Guys

Like Us On Facebook

Total Tayangan Halaman

Ads

Ads