Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan

3 Faktor Penyebab Bayi Sungsang

Written By ghghghgh on 05/03/15 | 06.23

Salah satu kekhaawtiran ibu hamil adalah ketika mengetahui janin dalam rahimnya dalam posisi sungsang. Selain dengan tetap rutin memeriksakan kehamilan dan menjaga kesehatan tubuh, ibu hamil bisa melakukan beberapa terapi diantaranya adalah terapi sujud agar posisi bayi kembali normal.

Bayi sungsang tidak selamanya dikatakan sebagai kelainan kelahiran. Karena posisi bayi bisa saja berubah-ubah, apalagi usia kandungan setelah tujuh bulan. Masa usia itulah bayi bergerak bebas dan berkembang di dalam kandungan. Karena itu, wajar jika posisi bayi selalu berubah hingga menjelang kelahiran bayi.


Sungsang Bisa Dideteksi Dini

Posis bayi dalam kondisi sungsang sebenarnya bisa dideteksi dini. Orang tua bisa melakukan deteksi ketika usia kandungan sudah di atas tujuh bulan. Si ibu bisa merasakan, apakah gerakan bayi dalam kandungannya lebih banyak di bawah atau di atas. Selain itu, bisa juga diketahui dengan meraba perut ibu, namun hal ini sebaiknya dilakukan oleh dokter atau bidan.

Bisa diketahui sungsang atau tidak dengan cara merabanya. Jika perut atas yang keras, berarti kemungkinan bayi sungsang. Sedangkan kalau yang keras ada di bawah, berarti tidak sungsang atau sudh dalam posisi yang tepat dimana kepala bayi sudah ada di bawah. Keras tidaknya tadi sebenarnya adalah dari kepala bayi.

Kemudian, si ibu bisa merasakan jika posis kepala bayi ada di atas, si ibu akan merasakan perutnya seakan besar di bagian atas, dan kalau bernafas menjadi berat. Untuk lebih mengetahui dengan jelasnya,rang tua bisa memeriksakan kandungan ke dokter atau juga melalui USG (Ultrasonologi) agar mendapatkan hasil yang lebih akurat.

3 Faktor Penyebab Bayi Sungsang

Ada tiga faktor penyebab terjadinya bayi sungsang.

1. Karena Kondisi Bayi.
Bayi yang mengalami cacat janin akan berpeluang mengalami kondisi sungsang. Seperti janin yang mengalami hydrocephalus dan juga bayi yang besar.

2. Dari Ibu.
Ibu yang mempunyai pangggul yang sempit, bayi yang ada dalam kandungan bisa berpeluang untuk sungsang.

3. Oleh Faktor Lain.
Seperti plasenta yang menutupi jalan lahir bayi, ada miom, tumor dalam kandungan ibu, air ketuban yang terlalu banyak hingga lilitan tali pusar.

Air ketuban yang terlalu banyak juga bisa membuat bayi bergerak bebas dalam kandungan. Sehingga bayi memiliki kemungkinan besar dalam kondisi sungsang.

Sedangkan bayi sungsang itu ada tiga macam, yaitu:
  • Sungsang dengan bokong dan kaki di bawah.
  • Sungsang dengan posisi hanya bokong yang di bawah.
  • Sungsang dengan kaki bayi di bawah.
06.23 | 0 komentar

7 Penyakit yang Ditandai Sakit Kepala Pada Anak

Written By ghghghgh on 23/02/15 | 09.44

Keluhan sakit kepala pada anak memang sulit dikenali, apalagi anak yang balita. Namun bila Anda jeli, ada banyak gejala atau ekspresi anak yang mengungkapkan bahwa mereka sedang mengalami kesakitan. Bila sudah demikian, ketahui penyebab dan solusinya sedini mungkin.

Pusing atau sakit kepala itu bukan hanya dialami oleh orang tua saja, bayi, balita dan anak-anakpun dapat mengalami pusing atau sakit kepala. Masalahnya justru pada sulitnya anak mengungkapkan bagaimana persisnya sakit kepala yang mereka alami.



Menurut dr Hidayat Pusponegoro SpA, dokter spesialis anak di Klinik Anak Bangsa, kebanyakan orang tua kurang jeli, tangisan atau anak rewel diartikan sebagai tanda bayi atau balita lapar, ingin menyusu, mengantuk atau sekedar ingin dipeluk. Padahal jika segera dapat dikenali, sakit kepala pada anak bisa segera diatasi sesuai penyebab atau sumber sakit kepalanya.

Kenali Ekspresi Anak

Ketika balita sudah mulai bicara, orang tua belum tentu dapat menangkap dengan cepat keluhan sakit yang dirasakan anak. Apalagi balita sering keliru mengekspresikan perasaannya, dimana anak kerap kali yang sakit di bagian kepalanya, namun yang dipegang malah perut atau dadanya, sehingga orang tua hanya bisa menebak-nebak.

Ekspresi anak kalau sedang sakit bisa diekspresikan sebagai berikut:
  • - Menangis.
  • - Rewel.
  • - Menunjukkan rasa tak nyaman.
  • - Gelisah.
  • - Tidak semangat bermain.
  • - Sulit tidur.
  • - Dahi berkerut.
  • - Meringis.
  • - Memicingkan mata.
  • - Menopang kepalanya.
  • - Memegang kepala atau dahi.
  • - Menarik-narik rambutnya.

Penyebab dan Solusi

Perlu diketahui, bahwa sakit kepala yang dirasakan oleh si kecil ini ternyata juga dapat disebabkan oleh gangguan kesehatan lainnya. Sehingga tiap kali pusing yang dirasakan, berbeda penanganannya.
Berikut ini beberapa penyebab pusing pada si kecil.


Penyakit-penyakit yang Ditandai Sakit Kepala ini bisa terjadi pada orang dewasa juga, bukan hanya anak-anak saja.

1. Influenza.

Gejala khas :
pilek, demam.

Solusi :

Beri paracetamol sesuai usianya (dosis tertera pada kemasan atau konsultasi ke dokter). Zat aktif ini akan membantu mengurangi pusing atau gejala sakit kepala serta menurunkan demam atau temperatur tubuh yang tinggi. Tetap beri makanan dan minuman dalam jumlah cukup dan bergizi. Usahakan agar anak bisa beristirahat dengan nyaman dan cukup.

2. Infeksi Telinga.

Gejala khas :

Anak menarik-narik telinga atau mengatakan telinganya sakit, keluar cairan dari telinga, demam, nyeri telinga, pendengaran berkurang, kadang panas, rewel atau muntah.

3. Sakit Gigi.

Gejala khas :

Anak memasukkan tangannya ke mulut, memgang pipi, tidak mau makan atau sulit mengunyah, pipi bengkak, mungkin ada demam.

4. Sinusitis.

Gejala khas.
Anak menggosok-gosok hidung atau mengeluh hidungnya sakit, demam, flu berat dan berulang-ulang, bengkak, nyeri di bawah mata.

5. Gangguan Mata.

Gejala khas :

Anak mengalami gangguan penglihatan, kurang jelas melihat (indikasinya, saat melihat mata dipicingkan, kepala dijulurkan atau menonton TV terlalu dekat). Kemungkinan juga mengalami rasa tidak nyaman di mata, misalnya kering atau perih. Sakit kepala biasanya juga terjadi setelah melakukan sesuatu yang mengandalkan indra penglihatan seperti membaca, menggambar atau menonton televisi.



6. Alergi.

Gejala khas :
Disertai hidung dan mata berair, kerongkongan sakit. Gejala muncul bisa karena makanan tertentu atau hal lain yang menjadi pencetus alergi. Periksa apa yang dimakan atau dilakukan anak beberapa jam sebelumnya.

Solusi :

Pengobatan akergi yang biasa (jika Anda sudah tahu si anak memiliki riwayat alergi). Jika baru pertama kali, segera bawa anak ke dokter.

7. Jatuh atau Terbentur Benda Keras.

Gejala khas :
Anak muntah spontan menyemprot, penurunan kesadaran, gangguan penglihatan, tampak mengantuk (respon lambat meski sudah cukup tidur, sulit dibangunkan). Gejala parah adalah kejang, leher kaku, ada kelemahan anggota gerak sampai koma.

Solusi :
Cermati riwayat jatuh sebelumnya, cek dengan seksama adanya memar, benjolan atau luka berdarah di kepala dan sekitarnya. Apabila anak baru saja jatuh atau terbentur lalu mengalami pusing, muntah atau lemas beberapa jam setelahnya, segera bawa ke dokter.

Sakit kepala itu tidak selalu harus dibawa ke rumah sakit, jia dapat diatasi sendiri di rumah kenapa tidak.
09.44 | 0 komentar

5 Trik Merawat Kulit Anak di Musim Hujan

Written By ghghghgh on 17/02/15 | 09.21

Pada saat musim hujan, kerapkali anak suka bermain hujan dan di genangan air. Padahal sebenarnya genangan air dapat menjadi perantara bakteri dan kuman. Dan yang paling bersentuhan adalah kulit. Karena itu, di musim penghujan seperti ini, kesehatan kulit anak harus lebih diperhatikan.

Walaupun memang menyenankan bermain hujan, namun air yang tidak bersih malah dapat menjadi sumber penyakit. Sebenarnya air hujannya sendiri sih bersih bahkan bisa dibuat mandi, namun ketika air hujan sudah berada dalam genangan air dan bercampur dengan kotoran, itulah yang harus diwaspadai.



Yang paling sering diderita anak pada musim penghujan adalah water borne disease atau penyakit bawaan air. Infeksi, terutama pada kulit yang langsung berkenaan dengan air, bisa dikarenakan virus, jamur, parasit, dan bakteri yang ditularkan oleh air.

Oleh karena itu, agar anak tidak rentan terkena penyakit kulit di musim hujan, ada bebepa trik untuk merawat kulit anak di musim hujan.

5 Trik Merawat Kulit Anak di Musim Hujan


1. Mandi air hangat.

Untuk menghindarkan kulit anak dari alergi dingin, tak ada salahnya ketika mandi air yng digunakan adalah air hangat. Karena paparan udara dingin yang berlebihan juga tak baik buat anak. Selain itu, kipas angin dan AC ruangan yang terlalu dingin di musim hujan juga tak baik bagi si kecil.

2. Sabun tepat.

Untuk buah hati Anda, pilihlah sabun yang tepat. Maksudnya adalah kalau memang masih bayi, gunakan sabun bayi. Sabun tak hanya membersihkan, namun juga membantu mengatur ph balance sesuai ph kulit.

3. Rajin mengganti pakauan.

Agar kuman di pakaian yang kotor tidak membuat kulit tubuh anak terinfeksi, Anda harus rajin mengganti pakaian anak. Karena kita tidak tahu apakah si kecil habis bermain hujan di sekolahnya atau tidak.


4. Biasakan cuci kaki dan tangan.

Sehabis dari luar, biasakan anak untuk mencuci kaki dan tangannya. Selain membersihkan dari bakteri, Anda juga tak perlu khawatir jika ada bakteri atau kuman yang terbawa masuk ke rumah.

5. Hati-hati saat berteduh.

Yang terakhir, berhati-hatilah saat Anda dan si kecil berteduh di bawah pohon. Karena air hujan yang turun dari pohon bisa jadi sudah bercampur dengan getah atau ulat yang dapat menyebabkan infeksi kulit.
09.21 | 0 komentar

Usia Berapa Gigi Bayi Mulai Tumbuh

Written By ghghghgh on 04/02/15 | 08.17

Pada umumnya, penyakit dan kelainan gigi pada anak merupakan salah satu gangguan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Apalagi sejak gigi sulung mulai muncul dan tumbuh, orang tua harus bertanggung jawab membersihkan gigi mereka dengan sebaik-baiknya agar kelak bisa menjadi gigi yang bagus.



Meskipun gigi sulung ini yang keberadaannya hanya sementara saja, namun kesehatan gigi sulung berpengaruh terhadap terhadap kesehatan gigi anak di kemudian hari. Nah, yang menjadi pertanyaan adalah, mulai umur berapa gigi bayi ini mulai tumbuh, apakah setelah anak berumur satu tahun.

Usia Berapa Gigi Bayi Mulai Tumbuh

Pada tiap individu si kecil, waktu tumbuhnya bervariasi, namun pada umumnya gigi bayi mulai tumbuh pada usia 6-7 bulan. Pada saat berusia nol hingga 6 bulan, bayi masih mengkonsumsi ASI, sehingga orang tua tak perlu repot-repot merawat gigi bayi karena sudah dipastikan belum ada gigi yang tumbuh.

Si ibu bayi cukup memperbanyak mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium agar memperkuat komponen-komponen gigi yang bakal tumbuh.



Memasuki usia 6-7 bulan, gigi sulung dapat dipastikan sudah mulai tumbuh. Tepatnya di bagian atas atau bawah. Nah, pada saat itulah mulai dilakukan perawatan gigi meskipun hanya tumbuh satu atau dua gigi.

Gigi awal yang tumbuh pada bayi biasa disebut gigi sulung atau gigi susu. Gigi sulung berjumlah kurang lebih 20 buah dan akan tumbuh seiring bertambahnya usia anak.

Gigi sulung ini akan tumbuh hingga anak berusia 6 tahun, dan setelahnya akan tumbuh gigi permanen seiring bertambahnya usia anak. 
08.17 | 0 komentar

Welcome Guys

Like Us On Facebook

Total Tayangan Halaman

Ads

Ads